Ikatan rumput sebesar rangkulan orang
dewasa itu selesai dirapikan oleh Agus Heryus Saputro (36) warga Desa Dukuh
Kabupaten Magetan Jawa Timur di tengah ladangnya yang panas Senin siang
(22/07). Dia tinggal membawa dan menaikan ke atas sepeda motor milik Jordan
(15) warga Desa Bangsri salah satu pelanggan
yang setiap hari mengambil rumput.
Dalam sehari, sekitar 7 orang akan datang untuk mengarit rumput di lahannya
yang ditanami rumput seluas lebih dari 250 meter persegi dari luas keseluruhan
1 hektar.
Sekitar 3 tahun lalu Agus menanam rumput odot, sejenis rumput gajah
untuk makanan kambing yang dipeliharanya. Rumput tersebut ditanam di sela sela
tanaman jeruk pamelo miliknya. Namun sayang, karena tersedak kebutuhan ekonomi belasan kambing tersebut
dijual. Beruntung Jordan peternak
kelinci membutuhkan rumput yang
ditanamnya. Setiap hari dia membutuhkan 2 ikat rumput untuk makanan kelinci
yang dipeliharanya. “ Harga satu ikat
kecil itu 20 ribu, kalau bawa semampunya yang ikatannya lebih besar itu 30
ribu,” ujarnya Senin (22/07/2019).
Jordan cukup banyak membutuhkan rumput untuk diberikan pada
kelinci peliharaannya. Di rumahnya Jordan memelihara sekitar 500 ekor kelincinya. Karena tidak
memiliki lahan, Jordan mengaku membeli rumput dari Agus. “ Dulu nyari kemana
mana sebelum ada mas Agus. Sekarang tinggal nyabit saja disini,” katanya.
Melihat peluang
tersebut Agus kemudian memperluas lahan
penanaman rumput odotnya. Yang dulu hanya ditanam pematang kebun, sekarang dia tanam di hamparan gulutan seluas
250 meter persegi. “ Pada awalnya banyak tetangga yang mencibir, kebun kok
ditanami rumput,” imbuhnya.
Omset 6 Juta Rupiah Setiap Bulan.
Di desanya, menurut Agus warga terbiasa dengan menanam tebu
atau jeruk pamelo karena nilai jualnya yang inggi. Dalam sperempat hektar
biasanya petani tebu akan mendapat penghasilan sekitar 7 juta rupiah pertahun.
Namun karena merasa kurang beruntung dengan tanaman tebu dan jeruk, Agus nekat
mengembangkan rumput odot.” Meskipun baru ada 1 orang yang akan membeli, tapi saya
tetap menanam karena ada yang pesan,,” katanya.
Rumput odot menurut Agus tidak sulit dibudidayakan. Selain
tida terlalu butuh air, rumput tersebut juga tidak butuh pupuk yang mahal agar
cepat tumbuh. Cukup dengan pupuk kandang
dari hasil pemeliharaan kambingnya sebelum dijual, rumput odot yang di tanam tumbuh sangsat
cepat. ” Panennya juga cepat. Kalau musim penghujan satu bulan sudah panen,
kalau musim kemarau biasanya 45 hari baru panen,” ujarnya.
Dengan gulutan 1 meter X 4 mater, biasanya Agus sudah
menghasilkan satu bongkok rumput odot yang dihargai Rp 20.000. Dalam sekali
panen dari lahan seluas 250 meter persegi miliknya Agus megaku bisa mendapatan
300 bongkok rumput odot. Artinya setiap sebulan sekali Agus mempunyai
pendapatan Rp 6 juta rupiah. “ Bisa dihitung sendiri dari penghasilan rumput.
Tapi syarat menanam rumput cuma satu, asal
ada pembeli kita bisa mendapat banyak uang kalau ada,” katanya,
Agar pelangganya rumput ditempatnya teta[ berlangganan
kepadanya, Agus mengaku mengaku memberi
harga discoun kepada pelanggannya. Bahkan disaat musim kemarau seperti saat ini,
biasanya pedagang rumput akan menaikkan harga hingga 2 kali lipat, namun
Agus tetap mematok harga yang sama. Dia mengaku saat musim penghujan, rumput
didesanya tidak ada harganya, karena mudah mencari. Karena berlangganan, para
peternak kelinci tetap mengambil rumput kepadanya mesti sedang musim penghukan. “ Kalau musim penghujan banyak tidak laku
karena petarnak bisa ngarit ke sawah, ” ucapnya.
Rumput Odot Terbaik Untuk Kelinci.
Jordan peternak kelinci yang memiliki lebih dari 500 kelinci
mengaku jika rumput odot yang ditanam Agus adalah rumput paling bagus untuk
pengembangbiakan kelinci. Komposisi antara karbohidrat dan protein yang
dikandung rumput odot menurutnya lebih
baik dibandingkan dengan rumput gajah. “Untuk kelinci rumput ini paling baik.
Apalagi kelinci yang kami pelihara selain diambil daginnya juga diambil kulitnya. Rumput ini bagus utuk
menghasilkan bulu kelinci yang indah,” katanya.
Agus mengaku akan kembali memperluas tanaman rumput odotnya
karena permintaan akan rumput semakin meluas. Bahkan beberapa waktu lalu dia
juga menerima tawaran untuk memasok rumput odot bagi peternak kelinci di
Kabupaten Malang. Namun karena produktifitas rumputnya masih terbatas, dia mengaku
menolak permintaan pengiriman tersebut. “ Disini saja masih kurang kurang karena
banyak yang minta. Rencananya mau memperbanyak lagi tanaman rumput,” pungkasnya.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar